Berry Syam, Sukses Berbisnis Kuliner

Berry Syam Maulana
09 Januari 2018 - 15:07
Share with
Berry Syam, Sukses Berbisnis Kuliner

Berry Syam Maulana biasa dipanggil Kang Bey oleh sahabat dan karyawannya. Meski tak dilahirkan dari keluarga pebisnis karena kedua orang tuanya PNS, semangat berbisnisnya telah mengalir sejak duduk di bangku sekolah.

Dimulai saat SMP, ia coba berjualan aneka kue basah di sekolah. Masuk SMA, Berry pun berjualan roti kerjasama dengan DKM sekolah. Semangat dalam berbisnis pun berlanjut hingga kuliah sampai saat ini.

Bisnis yang dikelola Berry, diberi nama Pick Mie. Pick Mie adalah sebuah kedai yang menjual dan menyajikan aneka mie, bakso dan ramen. Bisnis ini ia jalankan bersama sahabat dekatnya bernama Lucky Alfarisi.

Lucky adalah sahabat sejak semasa kuliah di Jurusan Administrasi Bisnis Universitas Padjajaran. Sebelumnya, Berry pernah memperoleh pendidikan diploma perhotelan di Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung.

Pick Mei telah menjadi tempat makan bakso favorit di daerah Soreang. Di awali dari keperihatihan Berry bersama sahabatnya karena banyaknya makanan terutama pada mie dan bakso yang mengandung boraks dan formalin yang membahayakan bagi kesehatan.

Berry memutuskan untuk memberikan solusi makanan kegemaran masyarakat Indonesia yang sehat dan bebas dari bahan-bahan berbahaya dengan membuka kedai aneka mie dan bakso.

Dalam menjalankan bisnis bersama sahabatnya, Berry memegang prinsip dan nilai penting dalam berbisnis sebagai nafas dan budaya dalam perusahaannya. Berbisnis baginya adalah ibadah keberkahan dan ridho Allah adalah prinsip dasar yang selalu berusaha  ia pegang teguh.

Terbukti saat waktu sholat seluruh tim Pick Mie diharuskan langsung menuju masjid untuk melaksanakan shalat berjamaah, sedangkan operasional pelayanan tamu dihentikan sejenak. Juga setiap hari seluruh tim Pick Mie dibiasakan untuk membaca kitab suci Al-Quran sebelum pulang.

Tantangan terbesar dalam menjalankan bisnis aneka mie dan bakso adalah mengedukasi masyarakat mengenai bahaya boraks juga formalin pada makanan. Hal ini ia lakukan dengan memberikan informasi bahaya zat tersebut pada menu dan tulisan-tulisan di dinding Pick Mie selain dari kata-kata motivasi yang juga dipajang sebagai dekorasi kedainya.

Saat ini pickmie berusaha terus mengembangkan kualitas pelayanan dan produknya agar semakin digemari oleh masyarakat. Salah satu cara yang ia lakukan adalah menghadirkan ragam menu mie dan bakso yang semakin lengkap.  

Berry juga mengikuti GIMB Enterpreneur School  agar dapat menambah ilmu dan wawasan berbisnis untuk mengembangkan Pick Mie ke depannya.


Total nilai artikel ini

0

/5 dari 0 orang
Artikel tidak pantas ditampilkan?

Berikan Rating dan Komentar disini
Tentukan rating Anda sebelum memberikan komentar
  • KURANG
  • BOLEH
    JUGA
  • CUKUP
    PUAS
  • PUAS
  • SANGAT
    PUAS
Komentar (0)

ARTIKEL LAINNYA