BISNIS MEMANG LEBIH MENGASYIKAN

Agus Santoso
05 Oktober 2016 - 00:00
Share with
BISNIS MEMANG LEBIH MENGASYIKAN

Berbisnis (baca: jadi pengusaha) memang jauh lebih menghasilkan dan mengasyikkan ketimbang jadi pegawai kantoran. Tak heran jika temen-temen saya yang asalnya pegawai kantoran mulai mengikuti jejak saya, membuka usaha sendiri. Wow… Virus TDA makin mewabah!

Ada yang berbisnis di jasa pasang gypsum, bisnis fashion, bisnis makanan, dll. Padahal, mereka sama sekali tidak memiliki pengalaman atau basic bisnis sama sekali. Semuanya orang kuliahan. Semuanya orang kantoran. Tapi, mau apalagi? Kalo ternyata memang gaji dirasa tak lagi bisa mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari…business must be done

Apa dan gimana sih berbisnis itu? Ada satu sisi yang menarik jika kita telaah dari paparan Pakar Bisnis, Brad Sugar. Beliau mengatakan bisnis adalah suatu usaha komersil yang menghasilkan profit yang dapat berjalan tanpa kehadiran kita.

Nah, elemen terakhir dari definisi bisnis menurut Brad Sugar di atas-lah yang saya anggap menarik. Ternyata, selain dituntut menghasilkan profit, bisnis kita juga harus bisa berjalan sendiri, tanpa kehadiran atau keterlibatan langsung kita sebagai owner. COCOK…

 

Lebih lanjut, Sugar menjelaskan kita harus bisa menempuh perjalanan penuh disiplin melalui 6 anak tangga menuju kondisi “bisnis terus jalan meski kita jalan-jalan” tadi.

Berikut ke-enam langkah tersebut :
1. Mastery (eliminate chaos)
2. Niche (profitable cashflow)
3. Leverage (efficiency)
4. Team (structure for growth)
5. Synergy (a well oiled machine)
6. Results (owner’s personal growth & for new business).

(Ke-enam langkah tersebut akan dijelaskan kemudian…)

Pada intinya adalah, ketika awal kita memulai bisnis (mulai dari nol), biasanya dan sebaiknya memang kita terlibat langsung atau bahkan kita melakukan self employee. Manfaatnya, kita akan mengetahui persis seluk beluk bisnis dan karyawan kita. Nah biasanya di sini kondisinya masih susah, berat, sangat sibuk, bahkan berdarah-darah. Capek deh…

Seiring perkembangan bisnis yang betul-betul fokus kita kelola (manage), maka kita membuat sebuah sistem, mulai dari SOP hingga sistem controlling. Transfer ilmu dan kemampuan kepada para karyawan. Hingga setelah semuanya bisa berjalan baik, kita bisa mendelegasikan semua tugas kepada karyawan.

Setelah satu unit bisnis itu berkembang dan berjalan sendiri dengan sistem, kita bisa terus merambah dan penetrasi ke jenis bisnis-bisnis lain atau buka cabang di mana-mana.
Memang bisnis jauh ebih menghasilkan dan mengasyikkan…

Bagaimana menurut Anda?

Agus Santoso, Founder GIMB Entrepreneur School


Total nilai artikel ini

0

/5 dari 0 orang
Artikel tidak pantas ditampilkan?

Berikan Rating dan Komentar disini
Tentukan rating Anda sebelum memberikan komentar
  • KURANG
  • BOLEH
    JUGA
  • CUKUP
    PUAS
  • PUAS
  • SANGAT
    PUAS
Komentar (0)

ARTIKEL LAINNYA