Ergy Jersey Penjualan Terbesar dari Online

Ergy Jersey
01 Februari 2018 - 12:02
Share with
Ergy Jersey Penjualan Terbesar dari Online

Bergelut di bidang bisnis, bukan hal baru bagi Ergy. Begitu kerap dia dipanggil. Lelaki bernama asli Taufik Herdiyana ini punya pengalaman sebagai karyawan perusahaan advertising di Jakarta. Setelah cukup lama bekerja, ia memutuskan resign, karena memang cita-citanya adalah menjadi seorang entrepreneur.

Awalnya sempat ragu untuk resign dan memulai bisnis. Namun, setelah mendapat restu orang tua, ia mantap kembali ke Bandung dan mencoba memulai usaha. Pertaruhannya cukup berat, karena dia tulang punggung keluarga yang harus membantu mencukupi kebutuhan orang tuanya yang sudah tak bekerja.

Namun siapa sangka, justru  bisnis pertamanya kini telah menjadi perusahaan yang cukup sukses.

Sejujurnya saat itu Ergy, belum menentukan bisnis apa yang akan dia bangun. Namun setelah mendapatkan saran dari temannya, ia mulai menemukan ide bisnis.  Temannya menyarankanagar Ergy memulai bisnis dari hobi.

Jika kita menjalani bisnis dari apa yang kita sukai, biasanya apapun yang dihadapi,  kita akan mampu menjalaninya dengan sepenuh hati. Ergy yang saat itu memiliki hobi bersepeda, akhirnya terinspirasi untuk berdagang jersey sepeda yang pada saat itu belum booming seperti sekarang.

Hanya bermodalkan sebuah laptop yang sempat ia beli saat masih bekerja di Jakarta, Ergy memutuskan berjualan jersey dengan memaksimalkan laptop. Yup, jualan online adalah pilihannya. Ia berangkat ke Pasar Tanah Abang, Jakarta, dengan bermodalkan uang 500 ribu rupiah hasil meminjam dari seorang teman.

Lalu, jersey yang dia beli dari Tanah Abang, dia jual secara online melalui brand-nya yang dinamakan Ergy Jersey.

Lambat laun, usaha penjualan jerseynya mengalami peningkatan. Seiring dengan bertambahnya jumlah pelanggan, bertambah pula jumlah permintaan, terutama yang meminta design sendiri (custom design).

Tantangan dari permintaan pasar tersebut dijawab oleh Ergy. “Bilang ‘iya’ aja dulu ke konsumen, sebab kalau kita udah bilang ‘gak bisa’, rezeki kita udah nutup disitu.” ujarnya. Ia berprinsip bahwa mengawali bisnis adalah berani mengerjakan yang belum bisa orang lain kerjakan.

Ada jersey siap pakai, pasti ada yang membuat. Ia lalu mencari-cari produsen atau vendor yang biasa membuat jersey di kota Bandung. Akhirnya ia menemukan vendor yang bisa dan siap mengerjakan produksi jersey sepeda dengan desain sendiri.

Sejak saat itu, Ergy bekerjasama dengan pemilik vendor tersebut untuk produksi jersey khusus sepeda. Hasil kerjasamanya berbuah manis, sebab permintaan pembuatan jersey custom justru semakin meningkat.

Menanggapi permintaan yang semakin naik, Ergy yang saat itu masih belum memiliki kantor mengoptimalkan websitenya. Alhasil, saat itu ia berhasil menarik minat para konsumen dari luar kota dan pulau, malah saat itu hampir 90% konsumennya berasal dari luar kota dan pulau.

Banyak klub-klub sepeda dari organisasi, institusi maupun perusahaan mempercayakan pembuatan jersey custom-nya kepada Ergy Jersey.

Tidak sampai di situ, melihat peluang pasar online yang sangat besar ditambah tren internet yang kian meningkat, Ergy mengeluarkan investasi untuk belajar Search Engine Optimization (SEO) kepada para pakar online, agar ‘toko online’-nya semakin berkembang dan dapat muncul di halaman pertama Google.

Sejak saat itu, hampir 95% konversi konsumen berawal dari website dan penjualan online. Bahkan ada di antara konsumen yang tertarik dengan konsep bisnis Ergy Jersey ini sehingga ia memutuskan untuk menjadi investor di Ergy Jersey.

Sejak saat itulah Ergy Jersey mampu membeli mesin produksi sendiri, menyewa kantor dan memproduksi jersey sendiri. Kelebihan sumber daya tersebut dimaksimalkan eleh Ergy Jersey dengan terus berinovasi, menambah varian produk dengan jersey-jersey lainnya seperti jersey klub penembak, jersey klub memancing, jersey klub bowling hingga manset.

Ergy pun terus menambah karyawannya untuk mendukung produksi jersey yang semakin banyak.

Rezeki memang sudah diatur, tetapi kita wajib hukumnya untuk menjemput rezeki itu. Selain mengandalkan  web, tingkatkan juga dong inovasi di teknologinya, servicing dan quality control. Alhamdulillah kini omset setiap bulan sudah di 3 digit (ratusan juta).” ungkap pria yang baru menikah beberapa waktu lalu ini.

Ergy banyak memberikan tips-tips dalam berbisnis sesuai pengalamannya. Misalnya dalam hal perekrutan karyawan, kita tidak perlu takut menambah karyawan jika memang diperlukan.

“Sudah takdir dari Allah yang mempertemukan kita dengan karyawan kita dan itu bukan tanpa maksud, pasti ada hikmahnya. Percaya diri saja tidak cukup dalam menjalan bisnis, satu yang paling penting adalah yakin semuanya sudah Allah yang mengatur. Jadi gak usah takut nambah karyawan karena Allah juga udah siapkan rezekinya.” ujarnya.

Ia menambahkan, justru yang perlu ditakuti adalah jika kita sudah tidak bisa berinovasi, sudah tidak mampu memberikan pelayana terbaik dan quality control memburuk.

Membuat jersey custom  sebenarnya cukup menantang karena banyak sekali variable di mana kalau kita ubah satu saja variable dalam proses produksi tersebut maka akan mempengaruhi keseluruhan hasilnya.

Perlu ada satu budaya yang harus ditumbuhkan terutama dalam menjaga persistensi kinerja karyawan yang menjadi penggerak utama perusahaan agar terus positif. Ergy pun punya jurus jitu untuk membangun budaya tersebut, yaitu budaya ‘kerja untuk ibadah’. Ia berprinsip bahwa kerja bukan hanya sekedar menjemput rupiah namun juga sebagai ibadah.

Budaya yang ia terapkan di ErgyJersey antara lain, setiap karyawan harus menyetor dua juz Al Quran setiap bulannya atau membaca dua halaman Al Quran setiap harinya. Selain itu, ada setoran shalat Dhuha, setoran puasa Senin-Kamis dan ibadah lainnya yang harus dilaporkan kepada admin untuk dicatat.

Selain itu, perusahaan menyediakan insentif untuk berbuka puasa. “Jadi bekerja itu semakin nikmat dan indah ketika bekerja tidak hanya untuk kebutuhan dunia, tapi untuk bekal ‘pulang’ ke akhirat pun kita siapkan.” tandasnya.

Ergy pun berprinsip bahwa bibit dari setiap apa yang kita lakukan adalah impian, niat dan kerja keras. Tanpa itu semua, apa yang Ergy Jersey kerjakan anak terasa sia-sia sebab tidak akan ada energi passion untuk berjalan ke arah yang lebih baik.

Target impian ErgyJersey selanjutnya adalah mampu bersaing di ASEAN Economic Community. “Ini adalah impian sekaligus tantangan buat kami, dan kami harus persiapkan untuk menuju ke sana dari sekarang, antara lain dengan mempersiapkan perusahaan baik dari aspek internal maupun eksternal.” ungkapnya.


Total nilai artikel ini

0

/5 dari 0 orang
Artikel tidak pantas ditampilkan?

Berikan Rating dan Komentar disini
Tentukan rating Anda sebelum memberikan komentar
  • KURANG
  • BOLEH
    JUGA
  • CUKUP
    PUAS
  • PUAS
  • SANGAT
    PUAS
Komentar (0)

ARTIKEL LAINNYA