OPTIMISME TAHUN 2016

Agus Santoso
04 Oktober 2016 - 00:00
Share with
OPTIMISME TAHUN 2016

Akhir Desember 2015 lalu, Menakertrans Hanif Dhakiri merilis data, yang bikin saya miris : “67% Angkatan Kerja Indonesia berpendidikan SD & SMP!”

Duuh benarkah? Inikah potensi Bonus Demografi Indonesia yg sering digembar-gemborkan itu? #mengelusdada

Saya sontak berpikir, “Mana mungkin bisa bersaing secara global? Bagaimana bisa meng-upgrade dalam waktu singkat jika mengandalkan pendidikan formal?”

 

Coba kita hitung, utk (minimal) transfer knowledge aja melalui jalur formal :
– SMA butuh waktu 3 tahun, dg biaya sekian rupiah
– S1 butuh waktu 4 tahun, dg biaya yg mulai “menggunung”
– belum lagi S2, S3, kursus2, dan pendidikan informal lainnya, dst.

Celakanya : mereka udah keburu nyebur ke dunia kerja alias udah “putus sekolah”! Mana bisa lanjut jalur formal lagi? Paling banter ikut persamaan atau program kejar paket utk SMA. Itupun kalau mereka mau

Tapi saya cukup terhibur dg data yg muncul dari lembaga survey marketing, seperti ini  :
Indonesia tahun 2014 mengalami Midle Class Explosion (ledakan kenaikan tingkat ekonomi menengah) dari 45 juta jiwa (th 2000) menjadi 100 juta jiwa (th 2014)!

Pertanyaan saya adalah apakah keduanya beririsan atau saling terpisah? Jika beririsan berarti alhamdulillah, tapi jika berseberangan diametral berarti na’udzubillah.

Jika golongan midle class yg melesat naik di dekade terakhir ini (yg berarti peluang pasar yg luar biasa bagi para pengusaha, karena tingkat konsumsi & daya beli meningkat), secara “gagah perkasa”   jauh meninggalkan golongan yg 67% yg berpendidikan SD-SMP, ini bencana besar!

Salah satu SOLUSI-nya adalah : “Harus ada JALUR CEPAT & TRANSFORMASI PENDIDIKAN yg bisa mentransfer tak hanya Knowledge, tp juga SKILL dan ATTIDUDE yg langsung bisa berpengaruh pada Peningkatan Kapabilitas & Daya Saing, berbasis Talent & Passion, dan mampu meningkatkan kemandirian, entrepreneurship & kesejahteraan melalui jalur NONFORMAL!”

[ini Hipotesis saya]

Dan inilah yg menjadi salah satu landasan kenapa GIMB didirikan, yakni utk mempercepat proses transformasi pendidikan entrepreneurship di Indonesia melalui jalur nonformal.

GIMB adalah Gerakan para Pengusaha Muda & Pemula, Gerakan para Entrepreneur Tangguh yg mampu merancang, menantang, dan memancang masa depan kian gemilang!

Salam Sukses Melangit!

Agus Santoso, Founder GIMB Entrepreneur School


Total nilai artikel ini

4

/5 dari 1 orang
Artikel tidak pantas ditampilkan?

Berikan Rating dan Komentar disini
Tentukan rating Anda sebelum memberikan komentar
  • KURANG
  • BOLEH
    JUGA
  • CUKUP
    PUAS
  • PUAS
  • SANGAT
    PUAS
Komentar (1)

ARTIKEL LAINNYA